Home » » Proses Pengolahan Getah Pinus

Proses Pengolahan Getah Pinus

Written By Ilham Rezzay Rezpect on Kamis, 19 April 2012 | 07.51

     Dalam proses pengolahan Getah Pinus di Pabrik Gondorukem & Terpentin (PGT) Perum Perhutani, bahan baku  industri berupa Getah Pinus (Pinus Merkusii) diproses melalui beberapa tahapan :
1) Penerimaan & Pengujian Bahan Baku
2) Pengenceran
3) Pencucian & Penyaringan
4) Pemanasan/pemasakan
5) Pengujian& Pengemasan
     Gondorukem dan Terpentin merupakan hasil distilasi/penyulingan dari getah Pinus. Gondorukem berupa padatan berwarna kuning jernih sampai kuning tua. Sedangkan Terpentin berbentuk cair berwarna jernih serta merupakan pelarut yang kuat.

     Proses pengolahan getah menjadi gondorukem pada umumnya meliputi 2 tahapan :
-   Pemurnian getah dari kotoran-kotaran
-   Pemisahan terpentin dari gondorukem dengan cara distilasi/penguapan.

     Proses pemurnian getah.
-  pengenceran getah dengan terpentin
-  pengambilan/penyaringan kotoran kasar
-  pencucian & pemisahan kotoran halus dengan penyaringan maupun pengendapan.
Proses pemisahan gondorukem dari terpentinnya.
-   dilakukan dengan pemanasan langsung
-  dilakukan dengan pemanasan tidak langsung. (menggunakan uap)
     Dalam perdagangan, gondorukem dibedakan dalam beberapa mutu/kualita. Faktor utama yang menentukan mutu adalah :
-  warna
-  titik lunak
-  kadar kotoran.
     Di Indonesia telah dibuat standardisasi mengenai mutu gondorukem, yang dikelompokan dalam mutu I, mutu II, mutu III serta lokal.
     Warna gondorukem disebut dengan X (Rex) untuk warna yang paling jernih, kemudian WW (Water White) untuk warna yang beningnya seperti air dan WG (Window Glass) untuk warna yang bening seperti kaca jendela dan N (Nancy) untuk warna Kuning kecoklat-coklatan, dan M dan seterusnya untuk warna yang lebih gelap. Softening point, adalah komponen mengenai kekerasannya yang ditunjukkan dengan derajat Celcius (°C).
     Kadar kotoran yang ditunjukkan dalam  prosen (%) adalah kotoran-kotoran kasar yang terkandung dalam gondorukem.

     Untuk terpentin hanya ditentukan satu mutu, yakni :
-  warna jernih
-  kandungan kotoran
-  komposisi Alpha pinene & Betha pinene
-  Aroma Khas Terpentin.
Getah Pinus sebagai bahan baku untuk produksi Gondorukem & Terpentin, dihasilkan dari hasil penyadapan pohon Pinus Merkusii. Getah Pinus yang dikumpulkan dan diterima di PGT berupa :
-    cairan kental yang bercampur dengan kristal,
-    air,
-    serpihan kayu,
-    daun pinus,
-    kembang pinus,
-    dan kotoran-kotoran lain yang sengaja/tak sengaja dicampurkan (tanah, pasir dll).
     Oleh karenanya Kualita Getah ditentukan oleh kadar kotoran dan warnanya. Untuk memperoleh Gondorukem berkualitas baik diperlukan getah yang baik pula. Karenanya sangat membantu bila sekiranya getah bisa dipisahkan sesuai dengan kualitasnya. Kalau tidak, maka diperlukan peralatan yang baik dan canggih untuk mendapatkan kembali getah yang berkualita baik.
     Dalam proses pengenceran getah dengan penambahan beberapa liter terpentin sesuai dengan kondisi getah yang akan diproses. Pengenceran getah ini dimaksudkan untuk memudahkan pemisahan kotoran dari getah maupun memudahkan didalam pemindahan dan penyaringannya.
Setelah mencapai kondisi pengenceran yang diinginkan maka larutan getah didiamkan/diendapkan beberapa menit untuk memberikan kesempatan terjadinya endapan kotoran dan air turun kebawah, setelah itu dilakukan pembuangan dan penyaringan.
     Dari hasil akhir proses pada tangki pemurnian dapat diketahui hasil gondorukem dan terpentin yang baik atau tidak. Pada proses tangki pemurnian ini pula sangat ditentukan perlakuan yang cermat dan trampil, karena meskipun dari hasil proses pencucian berhasil sempurna namun tanpa ada dukungan dari proses pemasakan yang baik maka hasil dari gondorukem pun jadi bermutu rendah, misalnya titik lunak terlalu rendah, browning/hangus, atau berkristal.
     Untuk itu didalam menangani tangki pemasakan ini diperlukan ketelitian dan kecermatan operator didalam melakukan pemasakan maupun mengenal peralatan yang ditangani (karakter alat).

     Pada proses pemasakan yang perlu diperhatikan antara lain :
-   Pemanasan harus bertahap
-   Tekanan vakum
-   Tekanan uap dari uap penekan (Open steam) tidak terlalu besar (golakan tidak terlalu besar)
-   Suhu pemanasan
-   Suhu peludangan (canning)
-   Bahan Bakar ±300 Liter.

     Proses terakhir adalah proses pengemasan, dengan setiap kaleng kemasan berisi 240 kg. Kemudian di diamkan untuk proses pengendapan Gondorukem sebelum akhirnya di jual ke pasar.
Share this article :

0 komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mungkin Anda Suka

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

Random Post

 
Support : eCompany © 2012
Copyright © 2013. Jecka Read More - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Fried Jecka
Proudly powered by Blogger